9/13/21

#9 Balance Scorecard (BSC)

Balanced scorecard (BSC) adalah metode pengukuran hasil kerja yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan kinerja eksekutif sehingga perusahaan jadi lebih tahu sejauh mana pergerakan dan perkembangan yang telah dicapai.

Kerangka kerja ini dituangkan dalam makalah yang diterbitkan Harvard Business Review oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton pada tahun 1992.


Balanced scorecard memberi perusahaan elemen yang dibutuhkan untuk berpindah dari paradigma ‘selalu tentang finansial’ menuju model baru yang mana hasilnya menjadi titik awal untuk review, mempertanyakan, dan belajar tentang strategi yang dimiliki.

Tujuannya untuk memberikan pandangan yang lebih komprehensif kepada para manajer dengan melengkapi ukuran finansial melalui metrik tambahan yang mengukur kinerja di berbagai bidang seperti kepuasan pelanggan, inovasi produk, dan lainnya.


Apa Itu Balance Scorecard? Bagaimana Penjelasan Lengkapnya?

Balanced Scorecard (BSC) adalah suatu kerangka kerja yang digunakan untuk mengukur dan mengelola kinerja suatu organisasi dengan pendekatan yang seimbang.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Robert Kaplan dan David Norton pada tahun 1992.

Balanced Scorecard dirancang untuk memberikan pandangan yang komprehensif tentang kinerja organisasi, melampaui fokus tradisional hanya pada aspek keuangan.


Dalam Balanced Scorecard, kinerja organisasi diukur melalui empat perspektif utama yang saling terkait, yaitu:

  1. Perspektif Keuangan: Memperhatikan indikator keuangan seperti pendapatan, laba bersih, dan pengembalian modal. Perspektif ini menggambarkan apakah organisasi mencapai tujuan keuangan dan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
  2. Perspektif Pelanggan: Fokus pada kepuasan pelanggan dan kemampuan organisasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Indikator yang digunakan bisa berupa tingkat kepuasan pelanggan, pangsa pasar, atau tingkat retensi pelanggan.
  3. Perspektif Proses Internal: Menyoroti efisiensi dan efektivitas proses internal organisasi. Dalam perspektif ini, diidentifikasi indikator kunci yang berkaitan dengan proses-proses yang menghasilkan produk atau layanan, termasuk inovasi, kualitas, dan produktivitas.
  4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan: Mengukur kemampuan organisasi untuk belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kapabilitasnya. Perspektif ini mencakup aspek seperti pengembangan karyawan, manajemen pengetahuan, dan kemampuan inovasi.

Dengan menggunakan Balanced Scorecard, organisasi dapat memiliki pandangan yang seimbang dan komprehensif tentang kinerja mereka, tidak hanya berfokus pada aspek keuangan semata.

Hal ini membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan menetapkan tujuan jangka panjang, memantau kemajuan, dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Balanced Scorecard juga memungkinkan organisasi untuk menghubungkan strategi jangka panjang dengan tindakan dan inisiatif operasional sehari-hari.

Dengan mempertimbangkan empat perspektif utama, organisasi dapat mencapai keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan.

Fungsi Balanced Scorecard ( BSC )

Pada awalnya BSC adalah hanya digunakan untuk memperbaiki sistem pengukuran keuangan, kemudian meluas dan digunakan untuk mengukur empat presfektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan.

Lebih jauh balanced scorecard ( BSC ) adalah memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Sebagai alat ukur perusahaan apakah visi dan misi yang dianut telah tercapai.
  • Sebagai alat ukur keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan Anda.
  • Sebagai panduan strategis untuk menjalankan bisnis Anda.
  • Alat analisis efektifitas strategi yang telah digunakan.
  • Memberikan gambaran kepada perusahaan terkait analisis SWOT yang dimiliki perusahaan tersebut .
  • Sebagai alat Key Performance Indicator (KPI) perusahaan.
  • Sebagai feedback terhadap shareholder perusahaan.
  • Sebagai alat komunikasi, informasi, dan sistem analisis pembelajaran perusahaan

Balanced scorecard (BSC) bisa dikatakan adalah sebagai alat ukur yang paling sederhana dalam perusahaan sehingga banyak kelemahan-kelemahannya.

Salah satu kelemahannya adalah informasi yang disajikan terbatas dan kurang akurasi.

Sehingga tidak bisa melihat faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi performa perusahaan.

Misalnya saja saat terjadi krisis, kebijakan pemerintah, atau kejadian di momen-momen tertentu.

Namun begitu, perusahaan tetap harus memiliki acuan pengukuran seperti balanced scorecard, karena di dalamnya terdapat empat perspektif utama yang memang menjadi poin penting dalam bisnis.

Adapun empat prespektif balanced scorecard (BSC) adalah sebagai berikut :

1.  Perspektif Keuangan

Perspektif keuangan merupakan perspektif yang tidak bisa diabaikan.

Pengukuran kinerja keuangan menunjukan apakah perencanaan, implementasi dan pelaksanaan serta strategi memberikan perbaikan mendasar.

Perbaikan tersebut dapat berupa gross operating incomereturn on investement atau economic value-added.

Balance scorecard dapat menjelaskan lebih lanjut tentang pencapaian visi yang berperan di dalam mewujudkan pertambahan kekayaan sebagai berikut:

  • Peningkatan kepuasa customer melalui peningkatan revenue
  • Peningkatan produktifitas dan komitment karyawan melalui cost effectiveness sehingga terjad peningkatan laba
  • Peningkatan kemampuan perasahaan untuk menghasilkan financial returns dengan mengurangi modal yang digunakan atau melakukan investasi daiam proyek yang menghasilkan return yang tinggi

Prinsip balanced scorecard ( BSC ) harus ada keseimbangan antara perspektif keuangan dan perspektif non keuangan.

Ya, perspektif keuangan tidak bisa bekerja tanpa adanya perspektif non-keuangan misalnya saja laba yang diperoleh perusahaan karena produk tersebut memiliki nilai manfaat bagi konsumen atau bisa saja karena faktor SDM dan proses bisnis dari perusahaan tersebut.

Pengukuran perspektif keuangan bisa dilakukan dengan analisis rasio keuangan.

Misalnya dengan menganalisis tren keuangan, common size value antara perusahaan dan pesaing, dan rasio keuangan seperti; liabilitas, solvabilitas, keuntungan , rasio aktivitas, maupun rasio hutang, .

Perspektif keuangan juga berguna seberapa perusahaan atau bisnis Anda memiliki daya tarik kepada para investor.

Bisa dikatakan perspektif yang satu ini sangat penting dan menjadi dasar ukur kesehatan bisnis Anda.

2.  Perspektif Pelanggan

Dalam perspektif pelanggan, perusahaan perlu terlebih dahulu menentukan segmen pasar dan pelanggan yang menjadi target.

Selanjutnya, manajer harus menentukan alat ukur yang terbaik untuk mengukur kinerja dari tiap unit operasi dalam upaya mencapai target finansial.

Apabila suatu unit bisnis ingin mencapai kinerja keuangan yang besar dalam jangka panjang, mereka harus menciptakan dan menyajikan suatu produk baru atau jasa yang bernilai lebih baik kepada pelanggan.

Tolak ukur pelanggan dibedakan dalam dua kelompok yaitu core measurement group (kelompok inti) dan customer value proposition (kelompok penunjang).

Kelompok inti atau core meansurement terdiri dari:

  • Pangsa pasar atau market share
  • Tingkat perolehan pelanggan baru atau customer acqutition
  • Kemampuan perusahaan mempertahankan para pelanggan lama atau customer retention
  • Tingkat kepuasan pelanggan atau customer satisfaction
  • Tingkat profitabilitas pelanggan atau customer profitability

Sedangkan kelompok penunjang ini dibagi menjadi tiga  kelompok yaitu:

  • Atribut-atribut produk (harga, mutu, fungsi)
  • Hubungan dengan pelanggan
  • Citra dan reputasi

3.  Perspektif Proses Bisnis Internal

Perspektif proses bisnis internal menampilkan proses kritis yang memungkinkan unit bisnis untuk memberi value proposition yang mampu menarik dan mempertahankan pelanggannya di segmen pasar yang diinginkan dan memuaskan para pemegang saham.

Tiap perusahaan mempunyai  proses dan nilai yang unik bagi pelanggannya.

Secara umum, hal tersebut terbagi menjadi 3 prinsip dasar prespektif proses bisnis internal, yaitu:

Proses Inovasi

Proses inovasi adalah bagian terpenting dalam keseluruhan proses produksi. Tapi ada juga perusahaan yang menempatkan inovasi di luar proses produksi.

Dalam proses inovasi itu sendiri terdiri atas dua komponen, yaitu: identifikasi keinginan pelanggan, dan melakukan proses perancangan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

Bila hasil inovasi dari perusahaan tidak sesuai dengan keinginan pelanggan, maka produk tidak akan mendapat tanggapan positif dari pelanggan. Hal tersebut tidak memberi tambahan pendapatan bagi perasahaan.

Intinya proses inovasi harus bisa memberikan nilai yang diinginkan konsumen.

Proses Operasi

Proses operasi adalah aktivitas yang dilakukan perusahaan yang dapat dilihat dari perencanaan, pembentukan bahan mentah hingga menjadi produk jadi, proses marketing , hingga proses transaksi antara perusahaan dan pembeli.

Proses ini menekankan kepada penyampaian produk kepada pelanggan secara efisien, tepat waktu, dan berdasarkan fakta yang menjadi fokus utama dari sistem pengukuran kinerja sebagian besar organisasi.

Pelayanan Purna Jual

Layanan purna jual merupakan layanan yang diberikan oleh perusahaan atau bisnis kepada konsumen sebagai jaminan mutu produk yang telah dibeli oleh konsumen.

Banyak bentuk layanan purna jual misalnya layanan konsultasi, perbaikan, perawatan, hingga garansi.

4.  Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Perspektif balanced scorecard ( BSC ) ini menyediakan infrastruktur bagi tercapainya ketiga perspektif sebelumnya serta untuk menghasilkan pertumbuhan dan perbaikan jangka panjang.

Penting bagi suatu badan usaha saat melakukan investasi tidak hanya pada peralatan untuk menghasilkan produk atau jasa, tetapi juga melakukan investasi pada infrastruktur, yaitu: sumber daya manusia, sistem dan prosedur.

Tolak ukur kinerja keuangan, pelanggan, dan proses bisnis internal bisa menjadi pemicu kesenjangan yang besar antara kemampuan yang ada dari manusia, sistem, dan prosedur.

Untuk memperkecil kesenjangan itu, maka suatu perusahaan harus melakukan investasi dalam bentuk reskilling karyawan, yaitu: meningkatkan kemampuan sistem dan teknologi informasi, serta menata ulang prosedur yang ada.

Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mencakup 3 prinsip kapabilitas yang terkait dengan kondisi intemal perusahaan, yaitu:

Kapabilitas Pekerja

Kapabilitas pekerja adalah merupakan bagian kontribusi pekerja pada perusahaan. Sehubungan dengan kapabilitas pekerja, ada 3 hal yang harus diperhatikan oleh manajemen:

  • Kepuasan pekerja. Kepuasan pekerja merupakan prakondisi untuk meningkatkan produktivitas, tanggungjawab, kualitas, dan pelayanan kepada konsumen. Unsur yang dapat diukur dalam kepuasan pekerja adalah keterlibatan pekerja dalam mengambil keputusan, pengakuan, akses untuk mendapatkan informasi, dorongan untuk bekerja kreatif, dan menggunakan inisiatif, serta dukungan dari atasan.
  • Retensi pekerja. Retensi pekerja adalah kemampuan imtuk mempertahankan pekerja terbaik dalam perusahaan. Di mana kita mengetahui pekerja merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan. Jadi, keluamya seorang pekerja yang bukan karena keinginan perusahaan merupakan loss pada intellectual capital dari perusahaan. Retensi pekerja diukur dengan persentase turnover di perusahaan.
  • Produktivitas pekerja. Produktivitas pekerja merupakan hasil dari pengaruh keseluruhan dari peningkatan keahlian dan moral, inovasi, proses internal, dan kepuasan pelanggan. Tujuannya adalah untuk menghubungkan output yang dihasilkan oleh pekerja dengan jumlah pekerja yang seharusnya untuk menghasilkan output tersebut.

Kapabilitas Sistem Informasi

Adapun yang menjadi tolak ukur untuk kapabilitas sistem inforaiasi adalah tingkat ketersediaan informasi, tingkat ketepatan informasi yang tersedia, serta jangka waktu untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan

Iklim Organisasi

Iklim oreganisasi merupakan salah satu mendorong timbulnya motivasi, dan pemberdayaan adalah penting untuk menciptakan pekerja yang berinisiatif.

Adapun yang menjadi tolak ukur hal tersebut di atas adalah jumlah saran yang diberikan pekerja.

Intinya dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, balanced scorecard lebih menekankan pada aspek organisasi.

Bagaimana perusahaan bisa memanfaatkan sumber daya manusia yang ada menjadi faktor keunggulan kompetitif.

Siapa Saja yang Bisa Menggunakan Balance Scorecard (BSC)?

Balance scorecard menjadi alat manajemen yang bisa digunakan oleh berbagai jenis perusahaan.

Biasanya, sistem digunakan oleh tim manajemen baik di tingkat eksekutif dan di tingkat divisi atau departemen.

Salah satu kunci dari penggunaan balance scorecard yang efektif adalah dengan memiliki integritas dan dukungan penuh atas kepemimpinan manajemen.

Karena dengan Balanced Scorecard ( BSC ), kinerja aktivitas perusahaan atau bisnis diharapkan akan berjalan secara efisien dan goals organisasi akan tercapai secara konsisten.

Manfaat Balance Scorecard Untuk Perusahaan

Manfaat Balanced Scorecard ( BSC ) untuk perusahaan adalah sebagai berikut:

Pengukuran Kinerja yang Komprehensif

Balanced Scorecard membantu perusahaan dalam mengukur kinerja secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai perspektif yang saling terkait.

Dengan melihat indikator kinerja dari perspektif keuangan, pelanggan, proses internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan, perusahaan dapat memperoleh pemahaman yang lebih lengkap tentang keberhasilan mereka.

Fokus pada Tujuan Strategis

Balanced Scorecard membantu perusahaan dalam menghubungkan tujuan jangka panjang dengan tindakan operasional sehari-hari.

Dengan memetakan strategi ke dalam indikator kinerja yang terukur, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap tindakan dan inisiatif yang diambil sesuai dengan arah strategis yang telah ditetapkan.

Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

Melalui perspektif pelanggan dalam Balanced Scorecard, perusahaan dapat fokus pada kebutuhan dan harapan pelanggan.

Hal ini membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk atau layanan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mempertahankan pangsa pasar yang baik.

Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Operasional

Dengan memperhatikan perspektif proses internal, Balanced Scorecard membantu perusahaan dalam mengidentifikasi dan mengukur efisiensi serta efektivitas proses-proses internal.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan mengimplementasikan perbaikan yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang lebih baik.

Peningkatan Pembelajaran dan Pertumbuhan

Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dalam Balanced Scorecard membantu perusahaan dalam mengembangkan karyawan, mengelola pengetahuan, dan mendorong inovasi.

Ini membuka peluang untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis dan menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang.

Komunikasi dan Koordinasi yang Lebih Baik

Balanced Scorecard memberikan kerangka kerja yang jelas dan terstruktur untuk mengkomunikasikan tujuan strategis kepada seluruh organisasi.

Ini memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki pemahaman yang sama dan bekerja menuju tujuan yang sama, memfasilitasi koordinasi yang lebih baik antar departemen dan fungsi dalam perusahaan.

Dengan memanfaatkan Balanced Scorecard, perusahaan dapat meningkatkan kinerja mereka secara keseluruhan, memperkuat strategi mereka, dan mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dalam lingkungan bisnis yang dinamis.

8/2/21

#8 ANALISIS SWOT

SWOT adalah kepanjangan dari Strength, Weakness, Opportunities, Threats

Artikel ini akan membahas apa itu definisi serta contoh penerapan dalam melakukan analisis SWOT pada sebuah perusahaan.

Analisis SWOT adalah  suatu teknik perencanaan strategi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek.

Hal ini penting dilakukan pada perusahaan untuk menentukan penyusunan strategi, penjualan produk, maupun ide bisnis baru.

Selain digunakan pada perusahaan atau urusan bisnis, sebenarnya analisis ini bisa digunakan pada diri sendiri untuk mengembangkan karir Anda.

Namun, untuk artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai analisis SWOT pada perusahaan.



Definisi Analisis SWOT

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, SWOT merupakan akronim dari Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats.

Jika diartikan, Analisis SWOT adalah kegiatan mengorganisir dan menganalisa kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunity), dan ancaman (Threats) yang dialami oleh bisnis Anda.

Jika dipecah, unsur kekuatan dan kelemahan bersifat internal bagi perusahaan (seperti: reputasi bisnis, hak paten, lokasi pabrik) sehingga Anda masih dapat mengaturnya dari waktu ke waktu.

Namun, peluang dan ancaman bersifat eksternal (seperti: pemasok, kompetitor, harga pasar), suka atau tidak, faktor tersebut sangat sulit untuk Anda kontrol karena sifatnya yang fleksibel dan berfluktuatif dari waktu ke waktu.

Bisnis apapun dapat menggunakan analisis SWOT kapan saja untuk menilai kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan meresponnnya secara proaktif.

Metode analisis SWOT merupakan alat yang tepat untuk menemukan masalah dari 4 (empat) sisi yang berbeda, di mana aplikasinya adalah:

  • Bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari sebuah peluang (opportunities) yang ada.
  • Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan.
  • Bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada.
  • Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Dengan saling berhubungannya 4 faktor tersebut, maka membuat analisis ini memberikan kemudahan untuk mewujudkan visi dan misi suatu perusahaan.


Manfaat Analisis SWOT

Manfaat analisis SWOT bagi perusahaan adalah sebagai strategi penentu masa depan dalam keberlangsungan bisnis.

Bagaimana sebuah perusahaan menjalankan strategi misi untuk mencapai tujuan (visi) perusahaan.

Selain itu juga dimanfaatkan oleh para stakeholder untuk mengetahui kondisi faktor internal dan eksternal dari perusahaan.

Adanya penilaian SWOT membantu untuk menetapkan prioritas mana saja yang harus didahulukan oleh perusahaan.

Tanpa adanya informasi dari analisis SWOT, Anda tidak dapat mengetahui potensi pasar, minat dan peluang pasar yang bisa dimanfaatkan.

Selain itu, Anda akan mengetahui tingginya tingkat persaingan pasar pada produk atau usaha Anda.

Maka, sebelum menjalankan bisnis, Anda perlu menganalisa produk atau bisnis Anda.

Faktor yang Memengaruhi Analisis SWOT

Saat Anda menyusun strategi menggunakan analisis SWOT, akan terdapat faktor yang memengaruhinya.


Faktor internal dalam analisis swot adalah salah satu yang berpengaruh.

Berikut faktor yang mungkin memengaruhinya.

1. Faktor Internal 

Faktor internal pada analisis SWOT terdiri dari strength (kekuatan) dan weakness (kelemahan).

Untuk mengidentifikasi faktor internal biasanya mencakup:

  • Pengalaman perusahaan baik yang berhasil atau gagal.
  • Finansial pada perusahaan.
  • Sumber daya yang dimiliki perusahaan.
  • Kekuatan dan kelemahan dari perusahaan.

2. Faktor Eksternal 

Faktor eksternal dalam analisis SWOT mencakup opportunity (peluang) dan threat (ancaman).

Untuk mengidentifikasi faktor eksternal biasanya meliputi:

  • Lingkungan.
  • Peraturan pemerintah.
  • Tren.
  • Budaya, ideologi, sosial politik, perekonomian.
  • Peristiwa yang sedang terjadi.
  • Sumber permodalan.
  • Perkembangan teknologi.

Cara Menggunakan Analisis SWOT

Hal yang harus dilakukan sebelum melakukan analisa adalah membuat daftar pertanyaan.

Setelah itu, Anda harus menjawab daftar pertanyaan tersebut berdasarkan keadaan yang sesuai pada perusahaan Anda.

Berikut adalah contoh daftar pertanyaan sebelum melakukan analisis SWOT:

Strength (Kekuatan)

  1. Apa kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan Anda?
  2. Apa yang bisa membuat perusahaan Anda agar lebih baik dari perusahaan lainnya?
  3. Hal apa yang menyebabkan perusahaan Anda memperoleh penjualan?
  4. Apa kelebihan perusahaan yang dilihat maupun dirasakan oleh konsumen Anda?
  5. Keunikan apa yang dimiliki oleh perusahaan Anda?

Wekaness (Kelemahan)

  1. Hal apa yang harus ditingkatkan pada perusahaan Anda?
  2. Hal apa yang harus dihindari oleh perusahaan Anda?
  3. Apa kelemahan yang dilihat maupun dirasakan oleh konsumen dari perusahaan Anda?
  4. Faktor apa yang dapat menghilangkan penjualan perusahaan Anda?
  5. Apa yang telah dilakukan pesaing Anda sehingga perusahaan mereka lebih baik dari perusahaan Anda?

Opportunity (Peluang)

  1. Kesempatan apa yang bisa Anda lihat?
  2. Tren apa yang saat ini sedang berlangsung yang sesuai dengan bisnis Anda?

Threat (Ancaman)

  1. Perkembangan apa yang potensi menjadi ancaman untuk perusahaan Anda?
  2. Apa hambatan yang sekarang sedang dihadapi?
  3. Hal apa yang telah dilakukan oleh pesaing bisnis Anda?
  4. Apakah ada perubahan dari pemerintah yang bisa mengancam perkembangan bisnis Anda?
  5. Apakah ada perubahan dari pemerintah yang bisa mengancam perkembangan bisnis Anda?

Strategi Kombinasi Analisis SWOT

Dalam analisis tersebut, Anda dapat memfokuskan diri pada satu kombinasi dari dua poin dari SWOT untuk menentukan langkah strategis bisnis Anda. Kombinasi fokus tersebut antara lain:

  1. Fokus pada kekuatan-peluang (S-O) untuk memperoleh alternatif ofensif dengan menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal.
  2. Fokus pada Kelemahan-ancaman (W-T) untuk memperoleh alternatif defensif dengan memanfaatkan kelemahan internal untuk mengurangi ancaman eksternal.
  3. Fokus pada Kekuatan-ancaman (S-T) dengan menggunakan kekuatan internal untuk mengurangi ancaman eksternal.
  4. Fokus pada Kelemahan-peluang (W-O) dengan menopang kelemahan internal untuk mengambil keuntungan dari kesempatan eksternal.

Langkah Selanjutnya Setelah Menentukan Analisa SWOT

Jika Anda telah selesai menganalisis SWOT perusahaan, Anda bisa hal tersebut mengubah menjadi strategi nyata.

Analisis ini berguna untuk menghasilkan strategi yang bisa dikerjakan selama beberapa bulan ke depan.

Langkah pertama, Anda perlu melihat kekuatan Anda dan mencari tahu bagaimana Anda dapat menggunakan kekuatan tersebut untuk memanfaatkan peluang.

Setelah itu, lihat perkembangan, apakah kekuatan tersebut bisa memerangi ancaman yang ada di pasar.

Anda dapat menggunakan analisis ini untuk menghasilkan daftar tindakan yang bisa Anda lakukan.

Adanya daftar tindakan, maka lihatlah kalender perusahaan dan tentukan sasaran di atasnya.

  • Apa yang ingin dicapai dalam setiap bulannya?
  • Apa bergerak maju atau mundur.

Selain itu, dengan adanya daftar tindakan tersebut, Anda akan tahu apa yang ingin diprioritaskan dan dijadwalkan.

Metode ini, bukanlah sebuah jawaban pasti yang mampu memberikan solusi pada setiap masalah yang dihadapi perusahaan.

Sebagaimana sebuah metode pada umumnya, analisa SWOT ini hanya dapat membantu menganalisa situasi yang sedang dihadapi oleh perusahaan atau sebuah organisasi.

Artinya pada prinsipnya metode ini bukan sebuah jawaban pasti yang mampu memberikan solusi pada tiap masalah yang sedang dihadapi.

Namun minimal akan memecah persoalan yang ada dengan mengurainya menjadi bagian-bagian kecil yang akan lebih tampak sederhana.

Nah, sekarang Anda sudah bisa menjawab beberapa pertanyaan dan soal terkait SWOT dibawah ini:

  • Faktor internal dalam analisis SWOT adalah?
  • Analisa SWOT ini ditujukan untuk apa dan siapa?
  • Apa manfaat serta tujuan dari analisis SWOT?

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda yang membutuhkannya. Jangan lupa berbagi ke teman yang mungkin juga memerlukannya.


#swot analisis

#strategic orientation